Sulawesion TV

[VIDEO] Budidaya Tanaman Porang di Polman, Tingkatkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

POLEWALI MANDAR, SULBAR – Di atas lahan kurang lebih 2 hektar , Fajar Bora, seorang pengusaha di bidang properti dan pengembang ini memilih untuk mencoba menjadi seorang petani dan memotivasi petani lainnya untuk mencoba membudidayakan tanaman umbi-umbian yaitu porang.

Lahan yang awalnya tidak produktif hanya dalam kurun waktu 2 bulan, disulap menjadi lahan produktif yang siap untuk ditanami porang ribuan pohon.

Awalnya pembudidayaan tanaman porang yang punya nilai ekonomis tinggi ini penuh dengan tantangan. Bagaimana tidak,menurut Fajar Bora, pekerjaan ini membutuhkan dana besar untuk awal pengelolaan tanaman porang.

BACA JUGA: [VIDEO] Bupati Polman Kunjungi Rumah Andi Irfank, Anak Petani yang Lolos Seleksi Timnas Indonesia U-19

Kunci keberhasilan dalam budidaya porang ini, selain tanah yang subur juga harus menyediakan pelindung dari matahari, bisa berupa tanaman pohon atau tumpang sari ataupun pelindung buatan untuk menghindari cahaya matahari secara Langsung.

Menurut konsultan tanaman porang, Hasanuddin, untuk penanaman porang ini sendiri membutuhkan kondisi tanah yang kaya akan nutrisi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan pengolahan tanah dicampur dengan pupuk kandang alami hingga menghasilkan tanah subur.

Sebelum penanaman dilakukan, terlebih dahulu lahan yang akan ditanami tersebut diratakan dan digemburkan menggunakan alat seperti traktor dan lainnya.

Menurutnya untuk satu hektar lahan membutuhkan sebanyak 35 ribu bibit atau 4 ton yang disiapkan, sehingga  panen porang yang dihasilkan bisa mencapai 3 kali lipat atau setara Rp600 juta dalam satu hektarnya.

BACA JUGA: [VIDEO] Pabrik Pengolahan Getah Pinus Segera Rampung, Gubernur Sulbar: Terima Kasih Investor

Permodalan awal budidaya porang sendiri menurut Fajar Bora bisa mencapai Rp200 juta pada lahan 1 hektar.
Itu pun tergantung dari kondisi cuaca. Di mana tanaman porang sendiri sangat cocok dikembangakan di masa musim penghujan tiba atau satu musim dalam setahun.

Setidaknya membutuhkan waktu hingga 7 bulan lamanya porang bisa dipanen dan kemudian dijual. Diketahui harga porang bisa mencapai Rp12 ribu perkilogramnya.

Fajar Bora, selaku pengusaha yang mencoba untuk pembudidayaan tanaman porang ini optimis kegiatan bertaninya nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan bisa memotivasi petani lainnya untuk ikut membudidayakan tanaman porang karena bisa menambah income dalam menghadapi krisis ekonomi di tengah pandemi Covid19 yang hingga saat ini belum berakhir.

(hsr)

Sebarkan:
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terpopuler Minggu Ini

To Top