BITUNG, SULAWESION.COM – Johan Purnomo (61) warga Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di Kos -kosan Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung dibuat gempar, Selasa (03/03/2026).
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 Wita setelah salah satu penghuni kost mencium bau menyengat dari arah kamar korban.
Setelah dicek melalui celah kaca, korban terlihat dalam posisi terlentang dan tidak bergerak. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi jenazah telah memasuki tahap pembusukan dan pihak Kepolisian terus mendalami penyebab kematian korban.
Dari keterangan teman korban Steven (24) menjelaskan, lelaki Yohan merantau di Bitung sejak tahun 2013 lalu. Ia tinggal di kos-kosan itu baru 5 terakhir.
“Korban sempat bercerita, dirinya mengidap penyakit asam lambung yang sudah lama diderita,” kata Steven.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai menyampaikan bahwa kepolisian bergerak cepat untuk memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP secara profesional dan humanis. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan” ujar AKP Abdul Natip Anggai.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di lingkungan kost atau merantau seorang diri, agar lebih peduli terhadap kondisi sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk saling memperhatikan dan peduli terhadap tetangga sekitar, terutama yang tinggal sendiri. Jika ada hal-hal yang mencurigakan atau kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui Call center 110 Polres Bitung, agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Polres Bitung memastikan proses penanganan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Pihak keluarga korban juga akan dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan komunikasi antar warga, agar setiap kondisi darurat dapat segera diketahui dan ditangani dengan cepat demi menjaga keamanan serta keselamatan bersama.







