JAKARTA, SULAWESION.COM – Ancaman terhadap demokrasi kembali menjadi sorotan setelah insiden kekerasan yang menimpa seorang aktivis hak asasi manusia.
Peristiwa ini dinilai bukan hanya ancaman bagi satu lembaga, melainkan bagi semua pihak yang selama ini memperjuangkan nilai-nilai demokrasi di Indonesia—mulai dari pers, mahasiswa, buruh, pelajar, hingga masyarakat sipil.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret, sekitar pukul 23.00 WIB.
Saat kejadian, Andrie Yunus baru saja menyelesaikan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta. Podcast tersebut mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa serangan tersebut mengakibatkan luka serius di berbagai bagian tubuh korban. Luka dilaporkan terjadi pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.
Dalam konferensi pers, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar serangan terhadap individu atau organisasi tertentu. Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini bahkan sudah melampaui sekadar alarm bahaya bagi demokrasi.
“Kondisi tersebut sebagai gambaran bahwa demokrasi tengah berada di jurang, bahkan pada titik nadirnya. Karena itu, berbagai bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia harus diusut secara tuntas dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
KontraS menuntut negara menunjukkan akuntabilitas dan keseriusan dalam menegakkan hukum serta memberikan perlindungan kepada para pembela hak asasi manusia. Terlebih, pemerintah saat ini juga telah membentuk kementerian yang mengurusi hak asasi manusia, sehingga diharapkan benar-benar berdiri bersama para pejuang HAM.
Meski demikian, Dimas menegaskan bahwa teror dan intimidasi yang dialami Andrie Yunus tidak akan menghentikan langkah KontraS. Organisasi yang telah berdiri selama 28 tahun itu, menurutnya, akan tetap melanjutkan perjuangan.
Menutup pernyataannya, ia mengutip sebuah kalimat dari anime Attack on Titan: “We keep moving forward.” KontraS, katanya, akan terus bergerak maju.







