BOLMUT,SULAWESION.COM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mencatat pada tahun 2025 ada 20 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan satu orang meninggal dunia.
Dalam laporannya, Dinkes menyebut kasus DBD yang meninggal dunia terjadi di Kecamatan Pinogaluman, anak laki-laki umur lima tahun.
Kepala dinas kesehatan Kabupaten Bolmut Ali Dumbela mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot atau sendi, serta munculnya bintik merah pada kulit,”ujarnya.
Jika gejala tersebut dirasakan, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Jangan menunda, karena deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi,”ungkapnya.
Dirinya juga mengajak bersama-sama menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan agar terhindar DBD.
Diketahui nyamuk aedes aegypti pembawa virus dague penyebab penyakit demam berdarah dengue.
Virus dengue biasanya menginfeksi nyamuk aedes betina saat dia menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia).
Dalam mencegah DBD selama ini, kita mengenal Langkah ini biasa disebut dengan 3M plus, menguras tempat penampungan air.
Menutup tempat-tempat penampungan air. Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
Ketua satuan tugas imunisasi anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi mengingatkan Dengue masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak, terutama akibat keterlambatan mengenali fase kritis penyakit.
“Pada Dengue, anak sering datang sudah terlambat. Ketika demamnya turun, orang tua mengira anak sudah membaik, padahal itu justru fase kritis yang paling berbahaya,”ujarnya dilansir dari Antara.
Dirinya menambahkan gejala awal Dengue pada anak umumnya berupa demam tinggi mendadak yang dapat disertai lemas, nyeri perut, muntah, hingga tanda perdarahan.
“Oleh karena itu, kewaspadaan orang tua dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi dan kematian,”ungkapnya.







