Disponsori BBC Media Action, AMSI Motivasi Jurnalis dan Konten Kreator Terkait Isu Lingkungan

Peserta dan trainer usai melaksanakan Training for Green Growth Journalism di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama tiga hari yakni Selasa-Kamis (7,8,9/11/2023). (Foto: AMSI)

MAKASSAR, SULAWESION.COM – Training for Green Growth Journalism sukses dihelat di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) selama tiga hari yakni Selasa-Kamis (7,8,9/11/2023).

Bacaan Lainnya

Pelatihan yang disponsori BBC Media Action ini melibatkan 20 peserta yang berprofesi sebagai jurnalis dan konten kreator dari wilayah Indonesia Timur yakni Sulawesi, Maluku dan Papua.

Training for Green Growth Journalism berfokus pada isu-isu lingkungan agar menjadi perhatian publik disamping isu lainnya.

Menurut Senior Project BBC Media Action Pravita Tias yang juga selaku trainer mengatakan pengarusutamaan isu-isu lingkungan urgen dilakukan karena saat ini hampir semua aspek kehidupan manusia terdampak krisis iklim atau climate change.

Pelatihan ini bertujuan untuk memotivasi, mendorong dan juga meningkatkan kapasitas jurnalis lokal, konten kreator dan juga komunitas muda di Indonesia terkait bagaimana mengemas dan memberikan informasi terkait isu-isu lingkungan, perubahan iklim dan juga masyarakat terdampak deforestasi agar produk jurnalistik atau konten internet  sesuai target audiens.

“Jadi, ngomongin apa saja, ujung-ujungnya juga soal lingkungan,” kata Vita sapaan akrabnya.

Usai pelatihan, para jurnalis, pers mahasiswa dan konten kreator dapat mengajukan proposal untuk mendapat fellowship untuk membuat produk atau konten terkait isu lingkungan sambil mendapat mentoring dari jurnalis senior sebagai mentor yang ditunjuk.

Training for Green Growth Journalism yang dihelat di Makassar merupakan pelatihan seri ketiga dan merupakan seri terakhir.

Pelatihan serupa sudah dilaksanakan di Yogyakarta dengan mengundang jurnalis dari wilayah Jawa, bali, Nusa Tenggara, Kalimantan dan Medan. Kemudian wilayah Sumatera Utara yang melibatkan jurnalis dari Aceh hingga Lampung.

Secara keseluruhan ada 60 peserta dengan latar belakang jurnalis, konten kreator dan juga pers mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradana mengatakan isu lingkungan sudah tak mungkin “tidak” menjadi isu utama, terlebih karena krisis iklim yang terjadi saat ini sudah sangat berdampak pada kehidupan banyak orang,

“Sekarang bukan zamannya lagi bekerja sendiri-sendiri, kita harus berkolaborasi,” kata Mas Upi.

Selain melibatkan para trainer yang merupakan jurnalis senior dari berbagai media, Training for Green Growth Journalism turut menghadirkan sejumlah ahli atau akademisi dari berbagai perguruan tinggi di antaranya DR Oka Karyanto dari UGM yang mengisi pelatihan di Yogyakarta, kemudian DR Mahawan Karuniasa dari Universitas Indonesia (UI) yang juga merupakan Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan (APIK) yang mengisi pelatihan di Medan dan Widhyawan Prawiraatmadja PhD dari SBM ITB yang mengisi sesi di Makassar.

Hadirnya para ahli diharapkan peserta akan punya pemahaman yang utuh dan cukup untuk menyadari pentingnya isu-isu lingkungan disebarluaskan dan menjadi isu penting yang perlu menjadi perhatian publik.

Selain menggelar pelatihan bagi jurnalis, pers mahasiswa dan konten kreator, salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar webinar yang membahas isu-isu terkait.

Harapannya akan muncul kesadaran publik tentang situasi dan kondisi lingkungan terkini dan munculnya figur-figur pemimpin yang punya komitmen untuk melestarikan lingkungan.

Direktur Eksekutif AMSI Adi Prasetya saat menutup rangkaian Training for Green Growth Journalism mengapresiasi dukungan BBC Media Action kepada 60 media anggota AMSI yang telah mendapat “charging battere” terkait isu lingkungan.

Di masa mendatang media tidak hanya sekadar mengejar trafik, mengejar banyak  pembaca dengan konten “viral”, namun punya perhatian serius soal lingkungan, krisis iklim, energi dan soal ancaman krisis lingkungan global.

“AMSI senang bisa mendapat dukungan BBC Media Action untuk peningkatan kapasitas media dan jurnalisnya membaca dan memberi perspektif lingkungan secara lebih proporsional kepada publik, selanjutnya kami menunggu proposal-proposal terbaik peserta untuk diseleksi mendapat beasiswa peliputan,” tandasnya.

Usai pelatihan, AMSI atas dukungan BBC Media Action menyiapkan beasiswa untuk 15 media terpilih melalui seleksi terbuka dengan berbekal materi dan pendalaman isu selama mengikuti pelatihan.

(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *