Acara Adat Muliku Wanua dan Tulude Segera Bergulir di Sitaro

Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro, Denny Kondoj. (Ist)

 

Bacaan Lainnya

SITARO, SULAWESION.COM– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bakal menggelar dua upacara adat dalam waktu dekat.

Pertama Muliku Wanua yang sedianya akan bergulir pada 31 Januari 2024 di Tagulandang serta pesta adat Tulude pada awal Februari mendatang.

Kedua Iven tahunan ini menjadi kegiatan wajib dilaksankan setiap mengawali tahun baru, sebagai upaya menjaga dan melestarikan adat dan budaya daerah.

Menariknya dua kegiatan adat ini dilaksanakan tidak bersamaan dan lokasinya pun di gelar di dua pulau yang berbeda.

Untuk diketahui, Muliku Wanua merupakan tradisi masyarakat Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro, yakni berkeliling pulau.

Tidak hanya mengitari atau lewat saja di semua kampung, nantinya warga akan bersilaturahmi atau bertemu saling sapa sebagai ajang untuk mempererat kekerabatan antar warga dalam nuansa tahun baru.

“Kami rencanakan pelaksanannya itu 28 Januari tepat di hari Minggu,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Denny Kondoj, Jumat (26/1/2024).

Guna menyemarakan pelaksanaan Muliku Wanua ini, Kondoj bilang pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa perlombaan menarik hingga festival tradisional.

“Bagi masyarakat, ada lomba bakar ikan dan lomba masak kue tradisional panada ubi. Juga akan ada penyampaian bantuan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sedangkan Tulude rencananya akan dilaksanakan di Pulau Siau Kabupaten Sitaro.

Dimana pemerintah dan masyarakat akan lebur dalam satu acara upacara ucapan syukur melewati tahun yang telah berlalu dan memohon tuntuntan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk masuk ke tahun yang baru.

“Kalau Tulude kita rencanakan di tanggal 7 Februari 2024,” kata Kondoj.

Untuk Tulude lokasinya nanti akan dipusatkan di Tugu Pala Kantor Bupati, dan selain masyarakat juga akan ada undangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Dolly Polimpung, mengatakan, terdapat hal berbeda pelaksanaan pesta adat yang biasanya dilaksanakan setiap tahun di Sitaro.

Tahun ini kata Dolly, pemerintah membalutnya dengan konsep berbeda yang biasanya hanya adat Muliku Wanua atau Tulude, namun akan digulirkan dengan Festival Adat daerah.

“Jika kita ingin masuk ke iven nasional atau Karisma Iven Nasional harus melaksanakan festival di daerah, nah dari tahun sebelumnya kita sudah melaksanakan tapi tidak berbentuk festival, karenanya tahun ini kita hadir dengan konsep festival,” terang Polimpung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *