Kepala Basarnas Manado: Data Manifes dan Data Lapangan Kapal LCT Bora V Berbeda

Kepala Basarnas Manado Monce Brury. (Fto/Yaser)

Kepala Basarnas Manado, Monce Brury. (Fto/Yaser)

BITUNG, SULAWESION.COM – Kapal
Landing Craft Tank atau LCT Bora V tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Bacaan Lainnya

Kapal yang mengangkut mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) itu hilang kontak saat berangkat dari Pelabuhan Samudra Bitung menuju Tagulandang, pada 21 Januari 2024 malam.

Dalam peristiwa tersebut, berdasarkan data manifes di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bitung, kapal itu mengangkut 10 orang. Yakni, hanya kru kapal LCT Bora V.

Baca Juga: Kapal LCT Bora V Hilang Kontak, KSOP Bitung Sebut Sebelumnya Sempat Balik Arah

Namun, saat Tim SAR gabungan melakukan evakuasi, jumlahnya berbeda. Tercatat, 12 orang yang berhasil dievakuasi. Dari angka itu, 10 orang selamat dan 2 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Kantor Basarnas Manado, Monce Brury mengaku belum bisa memastikan jumlah korban yang dinyatakan hilang.

Hal itu, kata Monce, karena pihaknya masih akan berkoordinasi kembali dan menggali informasi kepada korban yang selamat terkait dengan peristiwa tersebut.

“Yang dicari kurang lebih 6 korban. Tetapi, kita akan berkoordinasi lagi. Karena data manifes dengan data di lapangan itu berbeda,” ucap Monce usai proses evakuasi 12 korban dari Kapal Poli Bala Dewa 8002 di Mako Polairud Polda Sulut, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Selasa (23/01/204) malam.

Mantan Kepala Basarnas Manokwari ini juga menjelaskan, proses pencarian masih terus dilakukan Tim SAR gabungan. Bahkan, katanya, diperluas sampai ke wilayah perairan Maluku Utara.

Pihaknya memperluas wilayah pencarian, lanjutnya, karena pergerakan arus cukup cepat. Apalagi, beber Monce, korban menggunakan pelampung.

“Jika ditarik garis lurus, dari titik kejadian kapal itu tenggelam dengan korban yang berhasil ditemukan ini yaitu 62 Nautical Mile atau Mil Laut hanya dengan waktu kurang lebih 2 hari. Apalagi, korban menggunakan pelampung sehingga cepat terbawa arus,” katanya.

Ia juga menambahkan, proses pencarian kepada korban akan dilakukan Tim SAR selama 7 hari. Hal itu, sebutnya, sesuai dengan aturan.

“Secara aturan kami akan melakukan pencarian selama 7 hari. Tetapi, nanti kita akan melihat situasi optimal dan tidak optimal,” tambahnya.

Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol. Kukuh Prabowo dalam keterangan pers juga mengaku belum bisa memastikan lebih jauh identitas 2 korban yang meninggal dunia dan ada berapa orang yang masih dinyatakan hilang dalam kejadian itu.

“Belum bisa dipastikan berapa yang hilang. Nanti kami akan dalami lagi lewat korban yang selamat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan sulawesion.com masih terus berupaya mencari indentitas 2 korban yang meninggal dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *